Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

Seketika Bersyukur

Seketika kamu menyadari dalam terang irama nafas dan detak jantung yang berselisih memberikan kenyamanan untuk hari yang kadang masih menduakanmu dari doa di pagi hari tetapi tak sadar memberikan kesaksian tentang kehidupan yang masih ada untukmu dan kamu harus bersyukur.

Habis Gelap Terbitlah Suram

Habis gelap, terbitlah suram titip hangat Wiji Thukul: "Mengalirlah tenaga murah". Rupiah berlipat kusut seperti air payau yang keruh memaksa sakit tapi enggan ke rumah sakit bukan tak ada jaminan tapi sudah tidak menjamin. Aku upahan, memeluk duka  dalam kelam bersama Munir lalu berbalik memohon doa apa yang harusnya terjadi hari ini  kapan dunia melepaskan aku dari upah dan tragedi?