Langsung ke konten utama

Seketika Bersyukur

Seketika kamu menyadari dalam terang
irama nafas dan detak jantung yang berselisih
memberikan kenyamanan untuk hari
yang kadang masih menduakanmu dari doa di pagi hari
tetapi tak sadar memberikan kesaksian tentang kehidupan yang masih ada untukmu
dan kamu harus bersyukur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Habis Gelap Terbitlah Suram

Habis gelap, terbitlah suram titip hangat Wiji Thukul: "Mengalirlah tenaga murah". Rupiah berlipat kusut seperti air payau yang keruh memaksa sakit tapi enggan ke rumah sakit bukan tak ada jaminan tapi sudah tidak menjamin. Aku upahan, memeluk duka  dalam kelam bersama Munir lalu berbalik memohon doa apa yang harusnya terjadi hari ini  kapan dunia melepaskan aku dari upah dan tragedi?