Habis gelap, terbitlah suram titip hangat Wiji Thukul: "Mengalirlah tenaga murah". Rupiah berlipat kusut seperti air payau yang keruh memaksa sakit tapi enggan ke rumah sakit bukan tak ada jaminan tapi sudah tidak menjamin. Aku upahan, memeluk duka dalam kelam bersama Munir lalu berbalik memohon doa apa yang harusnya terjadi hari ini kapan dunia melepaskan aku dari upah dan tragedi?
Malas merenung
BalasHapus