Habis gelap, terbitlah suram
titip hangat Wiji Thukul:
"Mengalirlah tenaga murah".
Rupiah berlipat kusut
seperti air payau yang keruh
memaksa sakit
tapi enggan ke rumah sakit
bukan tak ada jaminan
tapi sudah tidak menjamin.
Aku upahan,
memeluk duka
dalam kelam bersama Munir
lalu berbalik memohon doa
apa yang harusnya terjadi hari ini
kapan dunia melepaskan aku dari upah dan tragedi?
Tolong jangan membalas ucapanku dengan "i miss u too". Sebab jika demikian, kita sepakat bahwa kita tak mampu untuk menaruh jarak sekian tahun.
Komentar
Posting Komentar